Ide Bisnis Keripik Nangka: Modal Kecil, Untung Besar

Keripik nangka kini semakin populer sebagai salah satu camilan sehat yang digemari banyak orang. Rasanya yang manis alami, teksturnya yang renyah, serta aromanya yang khas membuat keripik nangka memiliki daya tarik tersendiri di pasaran. Tak hanya itu, bisnis keripik nangka juga bisa dijalankan dengan modal kecil namun berpotensi menghasilkan untung besar.

keripik nangka

Baca : Pemesanan Keripik Nangka Untuk Grosir Aneka Keripik Malang 081-555-368-454

Mengapa Bisnis Keripik Nangka Menjanjikan?

  1. Bahan baku mudah didapat – Nangka banyak ditemukan di Indonesia dan harganya relatif terjangkau.
  2. Permintaan pasar tinggi – Camilan sehat semakin dicari, apalagi keripik nangka dikenal tanpa bahan pengawet.
  3. Daya simpan lama – Keripik nangka dapat disimpan berbulan-bulan dengan kualitas tetap terjaga.
  4. Cocok untuk berbagai segmen pasar – Dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, semuanya bisa menikmati keripik nangka.

Estimasi Modal Usaha Keripik Nangka

Untuk memulai bisnis ini, modal yang diperlukan relatif kecil, misalnya:

  • Bahan baku nangka segar: Rp 500.000
  • Minyak goreng / vacuum frying: Rp 300.000
  • Kemasan plastik + stiker label: Rp 200.000
  • Biaya lain-lain: Rp 200.000

Total modal awal sekitar Rp 1.200.000 saja sudah bisa memulai produksi kecil-kecilan.

Strategi Pemasaran Keripik Nangka

Agar bisnis cepat berkembang, lakukan strategi berikut:

  • Online marketing: Jual melalui marketplace seperti Tokopedia, Shopee, atau media sosial.
  • Kerjasama dengan toko oleh-oleh: Titipkan produk di pusat oleh-oleh khas daerah.
  • Branding yang menarik: Gunakan kemasan dengan desain unik agar produk lebih menonjol.
  • Promosi digital: Manfaatkan iklan Facebook Ads atau Instagram Ads.

Potensi Keuntungan

Misalnya, dari 5 kg nangka segar bisa menghasilkan sekitar 2 kg keripik nangka. Jika harga jual Rp 90.000 per 500 gram, maka omzet bisa mencapai Rp 360.000. Dengan biaya produksi yang lebih rendah, margin keuntungan bisa mencapai 30–40%.

Kesimpulan

Bisnis keripik nangka adalah peluang usaha menjanjikan yang bisa dimulai dengan modal kecil. Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk ini bisa menembus pasar lokal maupun ekspor. Jadi, jangan ragu untuk memulai usaha keripik nangka dan nikmati keuntungan besar dari camilan sehat khas Indonesia ini.

Keripik Nangka vs. Keripik Pisang: Mana yang Lebih Diminati?

Keripik buah kini menjadi camilan sehat yang semakin populer di kalangan masyarakat. Di antara beragam jenis keripik buah, keripik nangka dan keripik pisang menjadi dua pilihan utama yang sering menghiasi rak toko oleh-oleh maupun e-commerce. Tapi, dari keduanya, mana yang lebih diminati konsumen? Yuk, kita bandingkan dari berbagai aspek!

keripik pisang keripik nangka

Baca : Mengenal Keripik Nangka: Dari Proses Produksi Hingga Distribusi

1. Popularitas di Pasar

Secara umum, keripik pisang lebih dulu dikenal masyarakat Indonesia. Camilan ini mudah ditemukan di pasar tradisional hingga supermarket, dan banyak diproduksi di berbagai daerah seperti Lampung dan Jawa Barat.

Sementara itu, keripik nangka mulai naik daun dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya tren makanan sehat. Meski belum sepopuler keripik pisang, permintaannya terus tumbuh terutama di kalangan konsumen urban dan ekspor.

Kata kunci “keripik pisang” memiliki volume pencarian lebih tinggi dibanding “keripik nangka”, tapi tren “keripik nangka” menunjukkan peningkatan stabil setiap tahun.

Baca : Katalog Produk Aneka Keripik Malang

2. Rasa dan Tekstur

  • Keripik Nangka: Memiliki rasa manis alami dengan aroma khas buah nangka yang kuat. Teksturnya renyah tapi ringan di mulut. Cocok untuk yang suka camilan manis dan unik.
  • Keripik Pisang: Variatif dari manis hingga gurih, tergantung jenis pisang dan cara pengolahannya. Keripik pisang kepok yang digoreng tipis dengan rasa asin sering jadi favorit.

Kesimpulan: Dari segi rasa, keripik pisang lebih fleksibel. Namun, keripik nangka unggul untuk segmen premium dengan cita rasa eksotis.

3. Kandungan Gizi dan Kesehatan

Keripik buah umumnya mengandung serat, vitamin, dan antioksidan. Namun, tergantung pada metode pengolahan (vacuum frying vs deep frying), kandungan gizinya bisa berbeda:

  • Keripik nangka biasanya dibuat dengan teknik vacuum frying, yang mempertahankan nutrisi dan warna buah asli lebih baik.
  • Keripik pisang banyak diproses dengan cara digoreng biasa, meski kini mulai banyak yang menggunakan teknik penggorengan sehat.

Catatan: Konsumen kini semakin mencari “keripik buah sehat rendah minyak”, dan keripik nangka sering masuk dalam daftar.

4. Harga dan Ketersediaan

  • Keripik Pisang: Lebih terjangkau dan mudah didapat.
  • Keripik Nangka: Harga cenderung lebih tinggi karena bahan baku dan proses produksi yang lebih kompleks.

Insight Pasar: Produk keripik pisang cocok untuk pasar massal, sedangkan keripik nangka menyasar pasar menengah ke atas dan ekspor.

5. Daya Tarik untuk Bisnis

Bagi pelaku UMKM atau reseller, keduanya punya potensi:

  • Keripik pisang cocok untuk volume tinggi dan pasar luas.
  • Keripik nangka cocok sebagai produk premium, oleh-oleh khas, atau ekspor ke negara-negara Asia dan Eropa.

Kesimpulan: Mana yang Lebih Diminati?

Secara jumlah penjualan dan ketersediaan, keripik pisang masih lebih unggul. Namun, untuk nilai jual dan daya tarik unik, keripik nangka mulai mencuri perhatian.

Baca : Jual Keripik Nangka Gurih dan Manis: Camilan Lezat dengan Cita Rasa Nusantara

Untuk pelaku bisnis, menggabungkan keduanya sebagai varian produk bisa jadi strategi efektif. Sementara untuk konsumen, pilihan kembali ke selera: apakah ingin yang klasik dan gurih atau eksklusif dan manis alami?