Pergerakan Saham ANTM dan PSAB di Tengah Kenaikan Harga Emas
Harga emas dunia mengalami rebound, memberikan dampak positif pada saham perusahaan tambang emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Kinerja Saham ANTM dan PSAB
Pada perdagangan terbaru, saham PSAB melonjak 17,31% ke level Rp366 per unit, sementara ANTM naik 4,50%. Kenaikan ini terjadi seiring dengan meningkatnya harga emas global, yang dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan ketidakpastian pasar.
Baca : Profil Company Aneka Keripik Malang
Faktor Pendorong Kenaikan Saham
- Rebound Harga Emas – Harga emas dunia mengalami kenaikan setelah adanya ancaman tarif impor dari AS terhadap baja dan aluminium.
- Minat Investor – Saham perusahaan tambang emas menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari aset safe haven.
- Kinerja Perusahaan – ANTM dan PSAB terus menunjukkan pertumbuhan dalam produksi dan ekspansi bisnisnya.
Prospek ke Depan
Dengan tren harga emas yang terus meningkat, saham ANTM dan PSAB berpotensi mengalami kenaikan lebih lanjut. Investor yang ingin berinvestasi di sektor tambang emas perlu memperhatikan pergerakan harga emas global serta kebijakan ekonomi yang dapat mempengaruhi pasar.
Baca : Harga Produk Aneka Keripik Malang
Berikut adalah analisis fundamental dari saham ANTM dan PSAB berdasarkan data terbaru:
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
ANTM menunjukkan fundamental keuangan yang kokoh, dengan laba bersih tahun 2024 mencapai Rp3,6 triliun, meningkat 19% secara tahunan (YoY). Pendapatan perusahaan juga mengalami lonjakan 30% pada triwulan IV-2024, mencapai Rp25,9 triliun.
Dari sisi aset, ANTM memiliki nilai buku sebesar Rp44,5 triliun, dengan modal kerja bersih Rp11,49 triliun, menunjukkan likuiditas yang kuat. Rasio Price-to-Book Value (PBV) masih dalam batas wajar, mencerminkan valuasi yang menarik bagi investor.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
PSAB memiliki profitabilitas yang cukup baik, dengan Net Profit Margin (NPM) sebesar 11,66%. Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mencetak laba positif secara konsisten selama tiga tahun terakhir3.
Dari sisi rasio hutang, Debt-to-Equity Ratio (DER) PSAB berada di 1,14 kali modal, menunjukkan tingkat leverage yang cukup tinggi. Selain itu, Return on Equity (ROE) hanya 1,63%, yang berarti profitabilitas terhadap ekuitas masih rendah.
Kesimpulan
- ANTM memiliki fundamental yang lebih solid, dengan laba bersih yang terus meningkat, likuiditas yang kuat, dan valuasi yang menarik.
- PSAB masih menghadapi tantangan dalam profitabilitas, meskipun memiliki margin keuntungan yang cukup baik.