Tempe Dengan Manfaatnya Serta Cara Pembuatannya

TEMPE

Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer (kapang roti), atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai “ragi tempe“.

Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan didalamnya mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.

tempeSecara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuatnya memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.

Tempe banyak dikonsumsi di Indonesia, tetapi sekarang telah mendunia. Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakannya sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Indonesia juga sekarang berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau memperbaiki kandungan gizinya. Beberapa pihak mengkhawatirkan kegiatan ini dapat mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan milik umum karena galur-galur ragi tempe unggul dapat didaftarkan hak patennya sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang (memerlukan lisensi dari pemegang hak paten).

Pembuatan Tempe

Terdapat berbagai metode pembuatannya. Namun, teknik pembuatannya di Indonesia yang ditemukan oleh chandra dwi dhanarto(1994) secara umum terdiri dari tahapan perebusan, pengupasan, perendaman dan pengasaman, pencucian, inokulasi dengan ragi, pembungkusan, dan fermentasi.

Pada tahap awal pembuatannya, biji kedelai direbus. Tahap perebusan ini berfungsi sebagai proses hidrasi, yaitu agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin. Perebusan juga dimaksudkan untuk melunakkan biji kedelai supaya nantinya dapat menyerap asam pada tahap perendaman.

Kulit biji kedelai dikupas pada tahap pengupasan agar miselium fungi dapat menembus biji kedelai selama proses fermentasi. Pengupasan dapat dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji.

Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap perendaman ialah untuk hidrasi biji kedelai dan membiarkan terjadinya fermentasi asam laktat secara alami agar diperoleh keasaman yang dibutuhkan untuk pertumbuhan fungi. Fermentasi asam laktat terjadi dicirikan oleh munculnya bau asam dan buih pada air rendaman akibat pertumbuhan bakteri Lactobacillus. Bila pertumbuhan bakteri asam laktat tidak optimum misalnya di negara-negara subtropis, asam perlu ditambahkan pada air rendaman. Fermentasi asam laktat dan pengasaman ini ternyata juga bermanfaat meningkatkan nilai gizi dan menghilangkan bakteri-bakteri beracun.

Proses pencucian akhir dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin dibentuk oleh bakteri asam laktat dan agar biji kedelai tidak terlalu asam. Bakteri dan kotorannya dapat menghambat pertumbuhan fungi.

Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi atau laru. Inokulum dapat berupa kapang yang tumbuh dan dikeringkan pada daun waru atau daun jati (disebut usar; digunakan secara tradisional), spora kapang tempe dalam medium tepung (terigu, beras, atau tapioka; banyak dijual di pasaran), ataupun kultur R. oligosporus murni (umum digunakan oleh pembuat tempe di luar Indonesia). Inokulasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penebaran inokulum pada permukaan kacang kedelai yang sudah dingin dan dikeringkan, lalu dicampur merata sebelum pembungkusan; atau inokulum dapat dicampurkan langsung pada saat perendaman, dibiarkan beberapa lama, lalu dikeringkan.

Setelah diinokulasi, biji-biji kedelai dibungkus atau ditempatkan dalam wadah untuk fermentasi. Berbagai bahan pembungkus atau wadah dapat digunakan (misalnya daun pisang, daun waru, daun jati, plastik, gelas, kayu, dan baja), asalkan memungkinkan masuknya udara karena kapang membutuhkan oksigen untuk tumbuh. Bahan pembungkus dari daun atau plastik biasanya diberi lubang-lubang dengan cara ditusuk-tusuk.

Biji-biji kedelai yang sudah dibungkus dibiarkan untuk mengalami proses fermentasi. Pada proses ini kapang tumbuh pada permukaan dan menembus biji-biji kedelai, menyatukannya. Fermentasi dapat dilakukan pada suhu 20 °C–37 °C selama 18–36 jam. Waktu fermentasi yang lebih singkat biasanya untuk yang menggunakan banyak inokulum dan suhu yang lebih tinggi, sementara proses tradisional menggunakan laru dari daun biasanya membutuhkan waktu fermentasi sampai 36 jam.

Sejarah dan perkembangan Tempe

Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya berasal dari Cina atau Jepang, tempe berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan pembuatannya dimulai. Namun demikian, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 (Serat Centhini sendiri ditulis pada awal abad ke-19) telah ditemukan kata “tempe”, misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Hal ini dan catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa—mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.

Kata “tempe” diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi tersebut.

Selain itu terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuatannya diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Pada saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu koji kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang Aspergillus. Selanjutnya, teknik pembuatannya menyebar ke seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru Tanah Air.

Tempe di Indonesia
Indonesia merupakan negara produsen terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg (Baca : Resep Cara Membuat Keripik Tempe Yang Renyah).

Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar. Sejumlah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1940-an sampai dengan 1960-an juga menyimpulkan bahwa banyak tahanan Perang Dunia II berhasil selamat karena tempe. Menurut Onghokham, tempe yang kaya protein telah menyelamatkan kesehatan penduduk Indonesia yang padat dan berpenghasilan relatif rendah.

Namun, nama ‘tempe’ pernah digunakan di daerah perkotaan Jawa, terutama Jawa tengah, untuk mengacu pada sesuatu yang bermutu rendah. Soekarno, Presiden Indonesia pertama, sering memperingatkan rakyat Indonesia dengan mengatakan, “Jangan menjadi bangsa tempe.” Baru pada pertengahan 1960-an pandangan mengenai ini mulai berubah.

Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an terjadi sejumlah perubahan dalam pembuatan tempe di Indonesia. Plastik (polietilena) mulai menggantikan daun pisang untuk membungkusnya, ragi berbasis tepung (diproduksi mulai 1976 oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan banyak digunakan oleh Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia, Kopti) mulai menggantikan laru tradisional, dan kedelai impor mulai menggantikan kedelai lokal. Produksinya meningkat dan industrinya mulai dimodernisasi pada tahun 1980-an, sebagian berkat peran serta Kopti yang berdiri pada 11 Maret 1979 di Jakarta dan pada tahun 1983 telah beranggotakan lebih dari 28.000 produsen.

Standar teknisnya telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia dan yang berlaku sejak 9 Oktober 2009 ialah SNI 3144:2009. Dalam standar tersebut, tempe kedelai didefinisikan sebagai “produk yang diperoleh dari fermentasi biji kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopus sp., berbentuk padatan kompak, berwarna putih sedikit keabu-abuan dan berbau khas”.

Tempe di Luar Indonesia

Telah dikenal oleh masyarakat Eropa melalui orang-orang Belanda. Pada tahun 1895, Prinsen Geerlings (ahli kimia dan mikrobiologi dari Belanda) melakukan usaha yang pertama kali untuk mengidentifikasi kapang. Perusahaan-perusahaan tempe yang pertama di Eropa dimulai di Belanda oleh para imigran dari Indonesia.

Melalui Belanda, tempe telah populer di Eropa sejak tahun 1946. Sementara itu, populer di Amerika Serikat setelah pertama kali dibuat di sana pada tahun 1958 oleh Yap Bwee Hwa, orang Indonesia yang pertama kali melakukan penelitian ilmiah mengenai tempe. Di Jepang, diteliti sejak tahun 1926 tetapi baru mulai diproduksi secara komersial sekitar tahun 1983. Pada tahun 1984 sudah tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, 53 di Amerika, dan 8 di Jepang. Di beberapa negara lain, seperti Republik Rakyat Cina, India, Taiwan, Sri Lanka, Kanada, Australia, Amerika Latin, dan Afrika, tempe sudah mulai dikenal di kalangan terbatas.

Khasiat dan Kandungan Gizi

Potensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain.

Komposisi gizi baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.

Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe. Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk dan diare kronis.

Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut).

Mutu gizi tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe.

Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.

Asam Lemak

Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya.

Dalam proses itu asam palmitat dan asam linoleat sedikit mengalami penurunan, sedangkan kenaikan terjadi pada asam oleat dan linolenat (asam linolenat tidak terdapat pada kedelai). Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.

Vitamin

Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).

Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Kenaikan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe; vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae dan Citrobacter freundii.

Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.

Mineral

Tempe mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineral besi, tembaga, dan zink berturut-turut adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe.

Kapang tempe dapat menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol. Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium, dan zink) menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.

Antioksidan

Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.

Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium.

Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini.

Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.

Tempe bukan kedelai

Selain tempe berbahan dasar kacang kedelai, terdapat pula berbagai jenis makanan berbahan bukan kedelai yang juga disebut tempe. Terdapat dua golongan besar tempe menurut bahan dasarnya, yaitu tempe berbahan dasar legum dan tempe berbahan dasar non-legum.

Tempe bukan kedelai yang berbahan dasar legum mencakup koro benguk (dari biji kara benguk, Mucuna pruriens L.D.C. var. utilis, berasal dari sekitar Waduk Kedungombo), gude (dari kacang gude, Cajanus cajan), gembus (dari ampas kacang gude pada pembuatan pati, populer di Lombok dan Bali bagian timur),  kacang hijau (dari kacang hijau, terkenal di daerah Yogyakarta), kacang kecipir (dari kecipir, Psophocarpus tetragonolobus), kara pedang (dari biji kara pedang Canavalia ensiformis), lupin (dari lupin, Lupinus angustifolius), kacang merah (dari kacang merah, Phaseolus vulgaris), kacang tunggak (dari kacang tunggak, Vigna unguiculata), kara wedus (dari biji kara wedus Lablab purpures), kara (dari kara kratok, Phaseolus lunatus, banyak ditemukan di Amerika Utara), dan menjes (dari kacang tanah dan kelapa, terkenal di sekitar Malang).

Tempe berbahan dasar non-legum mencakup mungur (dari biji mungur, Enterolobium samon), bongkrek (dari bungkil kapuk atau ampas kelapa, terkenal di daerah Banyumas), garbanzo (dari ampas kacang atau ampas kelapa, banyak ditemukan di Jawa Tengah), biji karet (dari biji karet, ditemukan di daerah Sragen, jarang digunakan untuk makanan), dan tempe jamur merang (baca : Daftar Harga Grosir).

Resep Cara Membuat Keripik Tempe Yang Renyah

Resep Cara Membuat Keripik Tempe

Keripik tempe siapa yang tidak mengetahui jenis camilan enak ini, rasa lezat gurih camilan keripik tempe bisa menggoda siapa saja yang melihatnya. Resep cara membuat keripik tempe.

Makanan tempe bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok pada menu meja makan sehari hari setiap rumah tangga, jenis kreasi pengolahan tempe menjadi kuliner sangat beragam salah satunya yang paling familier dalam masyarakat adalah pengolahan tempe menjadi camilan keripik tempe. Resep cara membuat keripik tempe.

Resep Cara Membuat Keripik TempeSetiap daerah di Indonesia bisa ditemui pembuatan keripik tempe namun sentra pengolahan tempe menjadi keripik tempe yang cukup dikenal adalah Malang (baca : Wisata Kuliner Kota Malang) dari daerah ini Anda bisa mendapati olahan keripik tempe yang memiliki rasa sangat spesial. Keripik tempe Malang dikenal dari rasa lezat dan teksturnya renyah ketika dimakan hal ini menjadi ciri khas keripik tempe buatan daerah Malang dibanding dengan daerah lainnya. Resep cara membuat keripik tempe.

Adapun pengolahan kacang kedelai menjadi tempe tingkat keberhasilan dan rasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah jenis kedelai yang digunakan, ragi yang digunakan serta perbandingannya ketika dicampur dengan kedelai dan yang penting lagi adalah kondisi alam terutama iklim dan suhu berpengaruh besar pada hasil tempe. Resep cara membuat keripik tempe.

Pengolahan tempe di daerah yang beriklim panas hasilnya cenderung terasa sedikit asam dan terlalu cepat matang, di daerah yang dingin sekali akan sangat susah ketika dilakukan peragian pada kedelai, adapun daerah yang ideal untuk pembuatan tempe adalah daerah yang tidak terlalu panas juga tidak terlalu dingin seperti Malang yang letak geografisnya ada didataran tinggi, tak heran apabila hasil tempe dari Malang dikenal sangat enak rasanya. Resep cara membuat keripik tempe.

Bahan Untuk Resep Cara Membuat Keripik Tempe

Kali ini Aneka Keripik Malang berbagi resep untuk membuat cemilan renyah keripik tempe khas rasa asli dari kota Malang. Resep cara membuat keripik tempe ini kita mulai dari kedelai yang telah diolah jadi tempe, cara pembuatannya sangatlah mudah setiap ibu ibu rumah tangga pasti bisa melakukan karena alat alat yang digunakan bukanlah alat khusus.

Bahan bahan yang diperlukan untuk resep cara membuat keripik tempe antara lain :

1000 gr tempe bisa yang berbentuk bulat ataupun kotak

200 gr tepung beras

100 gr tepung kanji

500 ml santan kelapa

2 butir telur ayam

1000 ml minyak goreng

Bahan halus untuk bumbu lapisan keripik tempe antara lain :

7 siung bawang putih

5 butir kemiri

10 lembar daun jeruk purut

3 cm kunyit

2 sendok teh ketumbar

3 sendok makan garam

Langkah Resep Cara Membuat Keripik Tempe

Tempe diiris tipis tipis ketebalan kira kira dua mili meter bentuk tempe yang digunakan bisa kotak atau bulat tergantung selera, kelebihan dari bentuk tempe bulat adalah tidak mudah patah daripada bentuk yang kotak. Resep cara membuat keripik tempe.

Campur bumbu halus diatas dengan tepung beras, tepung kanji, santan dan telur, aduk sampai rata benar. Campuran bumbu ini yang digunakan untuk mencelupkan tempe irisan yang akan digoreng. Resep cara membuat keripik tempe.

Siapkan dua penggorengan dengan suhu yang berbeda, satu dengan panas sedang dan satunya lagi dengan panas tinggi. Panaskan minyak goreng, celupkan tempe irisan tipis tersebut kedalam adonan tepung lalu masukkan kedalam penggorengan api sedang, bolak balik keripik tempe selama beberapa menit saja sampai setengah matang kemudian angkat dan pindahkan kedalam penggorengan yang panas hingga warna matangnya kelihatan, usahakan keripik tempe jangan sampai terlalu gosong karena hasilnya akan terasa pahit. Setelah matang angkat ,tiriskan, dan tunggu sampai dingin. Resep cara membuat keripik tempe.

Keripik tempe siap untuk dihidangkan, selamat mencoba resep cara membuat keripik tempe yang renyah ini (baca : Daftar Harga Grosir).

Wisata Kuliner Kota Malang

Wisata Kuliner Kota Malang

Julukan kota wisata atau kota apel memang melekat pada Malang, dari daerah Malang kaya akan kuliner khasnya juga ciri khas oleh olehnya yang lain dari daerah daerah lain di Nusantara. Kota wisata Malang ini menawarkan makanan khasnya pada para wisatawan yang berkunjung ke kota ini, tentunya sangat menggoda lidah untuk segera mencicipi.

wisata kuliner kota malangWisata Kuliner Kota MalangKhasanah kuliner Malang memang sangat terkenal hingga penjuru Indonesia, sebagian jenis makanan khas malang mungkin sudah sudah sering Anda lihat di beberapa daerah lain di Indonesia. Ada baiknya kita melakukan wisata kuliner kota Malang ini langsung di kotanya (Baca : Alamat hotel di Kota Malang). Berikut adalah daftar penganan yang menjadi unggulan Malang.

Macam Ragam Wisata Kuliner Kota Malang

Bakso.

Bakso Malang punya ciri khas yaitu wujudnya yang berupa gorengan, entah pangsit dengan variasi isinya maupun bakso urat yang digoreng. Bumbu kuahnya terasa mantap sehingga lebih enak jika dinikmati bening tanpa kecap, saus cabe ataupun tomat. Ingin pedas? Lebih baik gunakan sambal ulek. Wisata Kuliner Kota Malang

Jika Anda termasuk orang yang baru pertama kali mengunjungi Malang, bakso mana pun termasuk gerobak dorong, akan terasa enak. Setelah mencoba beberapa tempat, Anda baru akan merasakan bedanya. Tempat yang populer untuk makan bakso diantaranya Bakso Stasiun, Bakso Kota yang punya beberapa cabang, dan Bakso President di belakang Mitra. Wisata Kuliner Kota Malang

Cwi mie.

Kalau dulu di Malang hanya ada cwi mie, sekarang juga ada yang menjual mie ayam seperti yang banyak Anda jumpai di ibukota. Perbedaan keduanya terletak pada daging ayamnya. Pada cwi mie, daging ayamnya digoreng dan disuwir menjadi seperti abon. Pada mie ayam, daging ayamnya dimasak berbumbu dan berkuah yang membuat kuah mie keruh. Wisata Kuliner Kota Malang

Cwi mie umumnya tersaji dalam tiga pilihan: kering, setengah basah (sedikit kuah) atau basah (berkuah). Cwi mie juga lebih enak disantap tanpa saus cabe atau tomat. Jika ingin pedas, Anda dapat menggunakan sambal ulek atau acar cabe. Cwi mie Malang selalu disajikan dengan pangsit goreng, acar mentimun, dan cabe. Wisata Kuliner Kota Malang

Rujak cingur.

Penganan yang terdiri dari sayuran, tahu, tempe dan cingur (moncong sapi) goreng yang disiram dengan sambal petis ini merupakan sajian favorit. Warung rujak cingur menjamur di kota Malang dan rasanya tak jauh berbeda satu sama lain. Wisata Kuliner Kota Malang

Tahu campur.

Konon makanan ini aslinya berasal dari Lamongan, tapi menjadi populer di Malang. Isinya terdiri dari tahu goreng yang diiris-iris, singkong parut yang dibumbui dan digoreng, daun salad, serta bihun dan daging dengan kuah yang diberi sambal petis. Penjual tahu campur keliling akan banyak Anda jumpai pada malam hari, sementara penjual yang menetap dan buka siang hari hanya mangkal di beberapa titik, diantaranya di pasar besar. Wisata Kuliner Kota Malang

Tahu tek.

Tahu tek sebenarnya mirip dengan ketoprak di Jakarta yang terdiri dari tahu goreng dan lontong. Jika ketoprak memakai bihun, tidak demikian dengan tahu tek. Bumbu tahu tek lebih banyak menggunakan petis, bukan kacang. Tahu tek disajikan dengan acar dan kerupuk. Wisata Kuliner Kota Malang

Saat ini, tak mudah menemukan warung yang menjual tahu tek. Akan tetapi pedagang gerobak keliling tahu tek masih cukup banyak. Mereka umumnya berdagang pada malam hari. Wisata Kuliner Kota Malang

Pecel.

Di Malang, banyak sekali warung yang menjual pecel, entah itu pecel Blitar, pecel Madiun atau pecel Malang. Ciri khas Pecel Malang adalah tersaji dengan mendol atau tempe yang diulek dengan bumbu kemudian dikepal-kepal dan digoreng. Wisata Kuliner Kota Malang

Tahu petis.

Merupakan cemilan Malang yang dulu mudah dijumpai di mana-mana. Kini tak mudah menemukannya. Saat ini, tahu yang dijual lebih bervariasi: ada yang diisi toge dan wortel sebelum digoreng, ada yang dibalut tepung tanpa isi, ada pula yang begitu saja digoreng. Cara memakannya adalah dengan mencocolkan sambal petis dan lalap cabe hijau. Di Pasar Pagi yang buka setiap hari minggu pagi di Jl. Bromo, terdapat beberapa penjual tahu petis yang memancing antrian. Di restoran Inggil di Tugu tahunya besar-besar, sedangkan di tempat-tempat wisata, tahu biasanya dijual bersama dengan menjes (tempe bongkrek), dan weci (mirip bakwan). Semua tersaji dengan petis dan cabe hijau. Wisata Kuliner Kota Malang

Angsle dan ronde.

Angsle adalah minuman yang terdiri dari santan, putu mayang yang terbuat dari tepung beras, ketan putih, roti tawar yang diiris dadu, kacang hijau, dan sagu mutiara. Ronde adalah wedang jahe yang berisi kacang tanah disangrai, bola-bola putih terbuat dari tepung ketan berisi kacang cincang, dan sagu mutiara. Kedua minuman ini tersaji hangat dan umumnya dijual oleh penjaja keliling pada malam hari. Jika ingin merasakan angsle pada siang hari, berkunjunglah ke restoran Inggil. Wisata Kuliner Kota Malang

Ongol-ongol dan cenil.

Jajanan ini sudah mulai langka, tidak seperti jaman dulu yang di setiap pasar, pasti ada penjualnya. Cenil berwarna-warni biasanya dijual bersama ongol-ongol yang terbuat dari tepung beras, lupis dari ketan putih, gatot dari singkong yang difermentasi kemudian dikeringkan dan dikukus, tiwul dari pati singkong, jagung rebus, klepon dari tepung ketan dan gula merah, serta ketan yang diberi parutan kelapa dan bubuk kacang tolo berbumbu. Ongol-ongol dan cenil ini bisa Anda dapatkan di Pasar Pagi atau Pasar pasar Tradisional di kota Malang. Wisata Kuliner Kota Malang

Wisata Kuliner Kota Malang

Notes: Dari kuantitas dan kualitasnya, harga makanan di Malang relatif murah yakni berkisar Rp 5.000 per porsi. Bakso umumnya dijual dengan harga Rp 1.000 per buah (Baca : Harga Grosir Keripik). Selain makanan tersebut, Anda juga bisa menjumpai menu yang tak begitu lazim seperti belut penyet, kodok bakar, serta sop dan steak ikan hiu. Wisata Kuliner Kota Malang.

Alamat Hotel Di Kota Malang

Alamat Hotel Di Kota Malang

Hotel berasal dari kata hostel, konon diambil dari bahasa perancis kuno. Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir abad ke-17. Maknanya kira-kira, “tempat penampungan buat pendatang” atau bisa juga “bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum”. Jadi, pada mulanya hotel memang diciptakan untuk meladeni masyarakat. Alamat Hotel Di Kota Malang.

Alamat Hotel di Kota Malang 2Tak aneh kalau di Inggris dan Amerika, yang namanya pegawai hotel dulunya mirip pegawai negeri alias abdi masyarakat. Tapi, seiring perkembangan zaman dan bertambahnya pemakai jasa, layanan inap-makan ini mulai meninggalkan misi sosialnya. Tamu pun dipungut bayaran. Sementara bangunan dan kamar-kamarnya mulai ditata sedemikian rupa agar membuat tamu betah. Meskipun demikian, bertahun-tahun standar layanan hotel tak banyak berubah. (Baca : Harga Grosir Keripik) Alamat Hotel Di Kota Malang.

Alamat Hotel di Kota Malang 1
Sampai pada tahun 1793, saat City Hotel dibangun di cikal bakal wilayah kota New York. City Hotel itulah pelopor pembangunan penginapan gaya baru yang lebih fashionable. Sebab, dasar pembangunannya tak hanya mementingkan letak yang strategis. Tapi juga pemikiran bahwa hotel juga tempat istirahat yang mumpuni. Jadi, tak ada salahnya didirikan di pinggir kota. Alamat Hotel Di Kota Malang.

Setelah itu, muncul hotel-hotel legendaris seperti Tremont House (Boston,1829) yang selama puluhan tahun dianggap sebagai salah satu tempat paling top di Amerika Serikat (AS). Tremont bersaing ketat dengan Astor House, yang dibangun di New York, 1836. Saat itu, hotel modern identik dengan perkembangan lalu lintas dan tempat beristirahat. Saat pembangunan jaringan kereta api sedang gencar-gencarnya, hampir di tiap perhentian (stasiun) ada hotel. Alamat Hotel Di Kota Malang.

Maksudnya jelas, untuk mengakomodasi orang-orang yang baru saja bepergian dengan kereta api. Karena masa itu naik kereta api sangat melelahkan, hotel-hotel pun “dipersenjatai” berbagai hiburan pelepas penat. Hotel jenis ini, diembeli-embeli dengan kata “transit”, karena memang ditujukan buat para musafir. Alamat Hotel Di Kota Malang.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan makin luasnya jangkauan angkutan darat (terlebih setelah ditemukannya kendaraan bermotor), kawasan sekitar rel kereta api tak lagi menarik minat para investor. Orang kemudian lebih suka jalan-jalan pakai mobil ketimbang kereta. Kepopuleran hotel transit pun tersaingi oleh kehadiran “motel”, gabungan kata “motor hotel” yang sama dengan tempat istirahat para pengendara kendaraan bermotor. Alamat Hotel Di Kota Malang.

Kejayaan motel tak berlangsung lama. Seiring makin pesatnya perkembangan kota, berakhir pula era motel. Terutama karena letaknya yang agak di pinggir kota dan fasilitasnya yang kalah bagus dengan hotel di pusat kota. Kalaupun terpaksa bermalam di kawasan pinggiran, motel harus bersaing dengan hotel resort, yang banyak tumbuh di tempat-tempat peristirahatan. Alamat Hotel Di Kota Malang.

Selain hotel, resort, anak-anak kandung hotel yang lahir di era 1990-an tak kalah hebatnya. Sebut saja berbagai extended-stay hotel, khusus buat tamu yang membutuhkan tempat menginap minimal lima malam. Sedangkan pelaku bisnis yang harus bernegosiasi di kampung atau negeri orang, bisa mencari hotel apartment. Di Amerika, dua jenis hotel ini berkembang sangat pesat. Alamat Hotel Di Kota Malang.

Di Indonesia, kata hotel selalu dikonotasikan sebagai bangunan penginapan yang cukup mahal. Umumnya di Indonesia dikenal hotel berbintang, hotel melati yang tarifnya cukup terjangkau namun hanya menyediakan tempat menginap dan sarapan pagi, serta guest house baik yang dikelola sebagai usaha swasta (seperti halnya hotel melati) ataupun mess yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan sebagai tempat menginap bagi para tamu yang ada kaitannya dengan kegiatan atau urusan perusahaan. Alamat Hotel Di Kota Malang.

Begitulah sedikit informasi pengetahuan mengenai arti kata dan asal usul hotel atau penginapan. Berikut ini adalah informasi yang dikatakan cukup berguna bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke kota Malang, untuk bisa mengetahui tempat penginapan atau hotel yang ada di kota Malang lengkap beserta alamatnya juga nomor telepon yang bisa dihubungi. Untuk bisa mengetahui mengenai tarif tiap tiap hotel yang ada di daftar ini bisa langsung telpon ke reservasi hotel masing masing untuk mendapat data yang selalu update.

Alamat Hotel Di Kota Malang

DAFTAR & ALAMAT HOTEL DI KOTA MALANG

NAMA HOTEL

ALAMAT

KAMAR

KELAS

AGUNG
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. A. I. S. Nasution 23 Malang, Telp. 0341 – 366104

101

Melati

ALOHA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Gajah Mada 7 Telp. 0341-326950

67

Melati

ARJUNO
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. B. S. Riadi 122 Malang, Telp. 0341 – 326929

19

Melati

ARMI
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Kaliurang 63 Malang, Telp. 0341 – 362178

50

Melati

BAHAGIA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Letjen S Parman 45 Malang Telp. 0341-491930

22

Melati

BINTANG
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Hamid Rusdi No. 97 Malang, Telp. 0341 – 362228

Melati

CAMELIA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Dr. Cipto 24 Malang, Telp. 0341 – 322426

50

Melati

EMMA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Trunojoyo 21 Malang Telp. 0341-324871

10

Melati

EMMA MUSTIKA SARI
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Laks. Martadinata 18-24 Malang, Telp. 0341 – 364939

12

Melati

FLAMBOYAN
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Letjend. S. Parman Malang, Telp. 0341 – 495713

44

Melati

GAJAHMADA GRAHA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Dr. Cipto 17 Malang

60

Bintang 3

GRAHA CAKRA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Cerme 16 Malang Telp. 0341-326989

52

Bintang 3

GRAND PALACE
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Ade Irma Suryani 23 Malang, Telp/fax. 0341-332900/ 360630

51

Bintang 3

GRIYO ASRI
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Mayjend. Panjaitan Malang

17

Melati

GRIYO MARGOSUKO
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. KH. Ahmad Dahlan Malang, Telp. 0341 – 324169

55

Melati

H. S. KASABRA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Gresik No. 2 Malang

Melati

HELIOS
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Pattimura 37 Malang, Telp. 0341 – 362741

27

Melati

HOME STAY TRISNA ASIH
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Diponegoro 19 Malang

Melati

KAHURIPAN
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Kahuripan 11 – 15 Malang, Telp. 0341 – 350 426

12

Melati

KALPATARU
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Kalpataru 41 Malang, Telp. 0341 – 484484

45

Melati

KARTIKA GRAHA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Jakgung Suprapto 17 Malang, Telp. 0341 – 361900

121

Bintang 1

KARTIKA KUSUMA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl.Kahuripan 12 Malang, Telp. 0341 – 352266

40

Melati

MALANG
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Z. Arifin 85 Malang, Telp. 0341-325103

26

Melati

MALINDA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Zainul Arifin 37 – 39 Malang, Telp. 0341 – 364402

30

Melati

MANDALA PURI
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. PB. Sudirman 81 Malang, Telp. 0341 – 354055

24

Melati

MANSION
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Martadinata 9 Malang, Telp. 0341 – 364946

42

Melati

MEGAWATI
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Pang. Sudirman 99 Malang, Telp. 0341 – 364724

100

Melati

MENARA
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Pajajaran 5 Malang, Telp. 0341 – 362871

32

Melati

MONTANA I
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Kahuripan 9 Malang, Telp. 0341 – 328370

100

Bintang 2

MONTANA II
Alamat Hotel Di Kota Malang
Jl. Candi Panggung 2 Malang, Telp. 0341 – 495885

59

Melati

MUTIARA Jl. Jagung Suprapto, Telp. 0341 – 356668

50

Melati

NARA Jl. Raya Arjosari Malang

16

Melati

NUGRAHA Jl. Panji Suroso 16 Malang, Telp. 0341 – 475567

66

Melati

PAJAJARAN PARK Jl. Letjend. Sutoyo 178 Malang, Telp. 0341-491347

93

Melati

PALEM I Jl. Hasanuddin 10 Malang, Telp. 0341-365783

34

Melati

PALEM II Jl. MH. Thamrin 15 Malang, Telp. 0341-325129

18

Melati

PELANGI I Jl. Merdeka Selatan 3 Malang, Telp. 0341 – 365156

81

Bintang

PELANGI II Jl. Gajayana Malang, Telp. 0341 – 553701

Melati

PENGINAPAN TLOGOMAS Jl. Tlogomas Malang

Melati

PINUS Jl. S.P. Sudarmo Malang, Telp. 0341-485324

20

Melati

PUSPASARI Jl. Kol. Sugiono I/9 Malang, Telp. 0341-802809

21

Melati

REGENTS PARK Jl. Jakgung Suprapto 12 – 17 Malang, Telp. 0341 – 363388, 361407

99

Bintang 3

RICHE Jl. Basuki Rachmad 1, Telp. 0341 – 326950

100

Bintang 1

ROYAL INN Jl. Tenaga Baru 1/5 Malang

25

Melati

SAMPURNA ASRI Jl. Kol. Sugiono 116 Malang, Telp. 0341 – 320662

24

Melati

SANTIKA Jl. Letjen Sutoyo No. 79 Malang 65141, Telp. 0341 – 405405

112

Bintang 4

SANTOSO Jl. K.H. Agus Salim 24 Malang, Telp. 0341 – 366889

63

Melati

SERAYU Jl. Serayu 3 Malang, Telp. 0341 – 491673

30

Melati

SETIA BUDI Jl. Pattimura 71 A Malang, Telp. 0341-366478  

Melati

SIMPANG TIGA Jl. Margono 56 Malang, Telp. 0341-362772

18

Melati

SPLENDID INN Jl. Majapahit 2 – 4 Malang, Telp. 0341 – 366860

80

Bintang 1

SRIWIJAYA Jl. A. Munandar 43 Malang, Telp. 0341 – 320803

34

Melati

TIRTO Jl. Simp. Panji Suroso Kav 133 Malang, Telp. 0341-494966

42

Melati

TOSARI Jl. KH. A. Dahlan 31 Malang, Telp. 0341-326945

74

Melati

TRIO INDAH Jl. Brigjen Slamet Riadi No. 2-4 Malang

60

Melati

TRIO INDAH II Jl. JA. Suprapto Malang

53

Melati

TUGU PARK Jl. Tugu No. 3 Malang, Telp. 0341-363891

36

Bintang 1

WILIS INDAH Jl. Dr. Wahidin 40 Malang

32

Melati

WINDU KENCANA Jl. Kol. Sugiono 46 Malang

10

Melati

Baca : Pariwisata Kota Malang.

Pariwisata Kota Malang

Pariwisata Kota Malang

Sebagai bangsa Indonesia kita seharusnya memiliki kebanggaan hidup di Negara yang memiliki kekayaan akan keindahan alam yang tidak dimiliki oleh Negara lain. Potensi dasar yang dimiliki oleh tanah air kita ini ada di pertanian, hasil tambang dan pariwisata. Alam Indonesia yang dengan sendirinya telah menyediakan keanekaragaman keindahan, menjadi daya tarik bagi wisatawan luar negeri untuk bisa melihat sendiri yang tidak terdapat di Negara mereka.

Daya Tarik Pariwisata Kota Malang

pariwisata malangHampir setiap daerah di 34 provinsi Indonesia memiliki daerah wisata yang diunggulkan sebagai ikon tempat wisata daerah. Salah satu daerah di Jawa Timur adalah Malang, wilayah Malang dan kabupaten memiliki luas 3.530,65 km², luas wilayahnya termasuk pada urutan kedua terbesar setelah Banyuwangi.

Kota Malang tepatnya ada dalam wilayah provinsi Jawa Timur, kota ini memiliki alam yang sejuk dan dingin karena letak kotanya berada di wilayah pegunungan, tepatnya ketinggiannya adalah 440 s/d 667 meter dari permukaan air laut. Pariwisata Kota Malang.

Dari Ibukota Provinsi Jawa Timur tepatnya Surabaya, kota Malang ini berada di sebelah selatannya, dimana kira kira apabila ditempuh sekitar 90 km dari Ibukota Provinsi. Di provinsi Jawa Timur, kota Malang merupakan kota terbesar kedua setelah Surabaya. Pariwisata Kota Malang.

Letak geografis kota Malang yang berada di dataran tinggi serta dikelilingi oleh empat gunung, antara lain gunung Arjuno sebelah utara, gunung Semeru sebelah timur, gunung kawi sebelah barat dan gunung kelud sebelah selatan. Iklim dan alam kota Malang sangat memiliki potensi bagi kota tujuan wisata. (Baca : Daftar Harga Grosir Keripik) Pariwisata Kota Malang.

Pariwisata Kota Malang

Tak heran berbagai julukan diberikan pada kota ini sebagai simbol mengenai kondisi daerah dan potensi sumber sumber daya yang ada di kota Malang, julukannya yang dikenal masyarakat antara lain:
pariwisata malang

  • Paris van East Java, keindahan alam, kesejukan udaranya serta kebersihan kotanya membuat orang meng-identik-kan dengan Parisnya Jawa Timur. Pariwisata Kota Malang.
  • Kota Wisata, letak geografis dan alam yang menyuguhkan pemandangan natural serta pengelolaan areal wisata alam yang baik membuat kota ini menjadi salah satu kota tujuan pariwisata yang besar di Jawa Timur. Pariwisata Kota Malang.
  • Kota Bunga, Makobu atau singkatan dari Malang Kota Bunga karena memang kota ini banyak terdapat pembudidayaan aneka bunga dan tanaman tropis yang hasilnya sudah banyak didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Pariwisata Kota Malang.
  • Kota Apel, Pembudidayaan apel memang telah dilakukan oleh masyarakat Malang sejak lama terutama di kota Batu dan daerah kabupaten Poncokusumo merupakan pusat pembudidayaan buah apel terbesar di Malang. Hasil buah apel sudah banyak didistribusikan di setiap daerah di Nusantara bahkan hingga menuju ke pasar eksport. Pariwisata Kota Malang.
  • Kota Susu, Peternakan sapi perah terbesar di Malang berada di wilayah Pujon kabupaten Malang yang mana hasil susunya menjadi konsumsi Nasional dan Internasional, sapi yang dikembangkan sebagai perahan merupakan sapi jenis keturunan dari luar negeri sehingga kualitas susunya memang benar benar bagus.
  • Kota Dingin, letak geografis yang cukup tinggi dari permukaan laut dan dikelilingi empat gunung besar membuat iklim dan udaranya memang benar benar sejuk dan dingin.
  • Kota Pelajar, karena dukungan alamnya yang bagus dan pemfasilitasan serta pengelolaan pengembangan pendidikan yang cukup baik di sekolah, universitas dan perguruan tinggi membuat kota ini menjadi salah satu tujuan bagi pelajar untuk mencari ilmu.
  • Kota Kuliner, Kuliner kota Malang cukup variatif dan terkenal di berbagai penjuru daerah karena cita rasa khasnya yang menggugah selera bagi para wisatawan yang berkunjung ke obyek pariwisata Kota Malang.
1 49 50 51