Gaji Pengurus Koperasi Merah Putih: Fakta dan Klarifikasi

Belakangan ini, muncul berbagai klaim mengenai besaran gaji pengurus Koperasi Merah Putih, dengan angka yang disebut-sebut mencapai Rp8 juta hingga Rp15 juta per bulan2. Namun, benarkah demikian? Artikel ini akan mengupas fakta dan regulasi terkait penggajian pengurus koperasi.

Gaji Pengurus Koperasi Merah Putih

Koperasi Merah Putih: Apa Itu?

Koperasi Merah Putih merupakan inisiatif pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan kelurahan melalui sistem koperasi berbasis gotong royong. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi berbasis koperasi.

Benarkah Gaji Pengurus Mencapai Rp15 Juta?

Klaim mengenai gaji pengurus Koperasi Merah Putih yang mencapai Rp15 juta telah dibantah oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Hingga saat ini, belum ada ketetapan resmi mengenai besaran gaji pengurus koperasi ini. Informasi yang beredar di media sosial terkait nominal tersebut dikategorikan sebagai hoaks oleh pihak berwenang.

Bagaimana Penentuan Gaji Pengurus Koperasi?

Dalam sistem koperasi, gaji pengurus tidak ditentukan oleh pemerintah secara langsung, melainkan melalui mekanisme Rapat Anggota Tahunan (RAT). Besaran gaji atau honorarium pengurus akan disesuaikan dengan kondisi keuangan koperasi, jenis usaha yang dijalankan, serta kesepakatan anggota koperasi.

Menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi memiliki otonomi dalam menentukan kebijakan internalnya, termasuk penggajian pengurus. Dengan demikian, tidak ada standar gaji tetap yang berlaku untuk semua koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih.

Meskipun beredar klaim bahwa gaji pengurus Koperasi Merah Putih mencapai Rp8 juta hingga Rp15 juta, informasi tersebut belum memiliki dasar resmi dan telah dibantah oleh Kementerian Koperasi dan UKM2. Penentuan gaji pengurus koperasi dilakukan melalui musyawarah anggota dan bergantung pada kondisi keuangan koperasi itu sendiri.

Bagi masyarakat yang tertarik menjadi pengurus Koperasi Merah Putih, penting untuk memahami bahwa koperasi beroperasi berdasarkan prinsip gotong royong dan kesejahteraan bersama, bukan semata-mata insentif finansial.

Baca : Keripik Buah Mangga Camilan Renyah Dengan Cita Rasa Tropis

Bagaimana cara penentuan gaji di koperasi lain?

Penentuan gaji di koperasi lain umumnya mengikuti prinsip koperasi yang berbasis musyawarah dan kesejahteraan anggota. Berikut adalah mekanisme umum yang digunakan:

1. Rapat Anggota Tahunan (RAT)

Gaji pengurus dan karyawan koperasi biasanya ditetapkan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT), di mana anggota koperasi bersepakat mengenai besaran gaji berdasarkan kondisi keuangan koperasi dan kontribusi masing-masing pihak.

2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)

Setiap koperasi memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang mengatur berbagai aspek operasional, termasuk sistem penggajian. Ketentuan ini harus disepakati oleh anggota dan dapat direvisi sesuai kebutuhan.

3. Skala Usaha Koperasi

Besaran gaji juga bergantung pada skala usaha koperasi:

  • Koperasi kecil biasanya memberikan honorarium atau insentif berbasis keuntungan.
  • Koperasi menengah dan besar cenderung memiliki sistem gaji tetap yang mengikuti standar industri atau bahkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

4. Jenis Koperasi

Jenis koperasi juga memengaruhi sistem penggajian:

  • Koperasi simpan pinjam mungkin memiliki struktur gaji yang lebih tinggi karena berurusan dengan keuangan.
  • Koperasi konsumsi dan koperasi produksi biasanya menyesuaikan gaji dengan keuntungan usaha.

5. Regulasi Ketenagakerjaan

Meskipun koperasi memiliki otonomi dalam menentukan gaji, mereka tetap harus mematuhi Undang-Undang Ketenagakerjaan, termasuk ketentuan mengenai Upah Minimum dan hak-hak karyawan.

Keripik Buah Mangga: Camilan Renyah dengan Cita Rasa Tropis

Mangga, buah tropis yang populer dengan rasa manis dan segarnya, kini hadir dalam bentuk camilan yang lebih tahan lama—keripik buah mangga. Produk ini menawarkan kelezatan khas buah mangga dengan tekstur yang renyah, menjadikannya pilihan favorit bagi pecinta makanan ringan sehat.

keripik mangga

Proses Pembuatan

Keripik buah mangga umumnya dibuat dengan metode pengeringan atau vacuum frying, yang menjaga warna dan rasa alami mangga tanpa menghilangkan nutrisi pentingnya. Proses ini juga membantu mempertahankan aroma khas mangga, sehingga tetap terasa segar meskipun dalam bentuk keripik.

Keunggulan Keripik Mangga

  • Rasa Alami & Tanpa Pengawet – Dibuat dari buah mangga asli tanpa tambahan bahan kimia berbahaya.
  • Tekstur Renyah – Berbeda dari mangga kering biasa, keripik mangga memberikan sensasi renyah yang memanjakan lidah.
  • Praktis & Tahan Lama – Mudah dibawa dan dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa kehilangan kualitas rasa.
  • Kaya Serat & Vitamin – Mengandung vitamin A, C, dan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan.

Peluang Bisnis Keripik Mangga

Di Indonesia, bisnis keripik buah terus berkembang, dengan permintaan yang meningkat terutama di sektor oleh-oleh dan camilan sehat. Dengan strategi pemasaran yang tepat, seperti branding menarik dan pemasaran online, produk keripik mangga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional.

Keripik buah mangga adalah inovasi kuliner yang menggabungkan kelezatan alami dengan kepraktisan konsumsi. Baik sebagai camilan sehari-hari maupun peluang bisnis, produk ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Baca : Harga Terbaru Keripik Apel Malang Untuk Grosir

Tertarik mengembangkan bisnis keripik mangga atau ingin tahu lebih dalam strategi pemasaran produk ini?

Apa saja strategi pemasaran yang efektif untuk keripik mangga?

Strategi pemasaran yang efektif untuk keripik mangga harus mampu menarik perhatian konsumen sekaligus membangun loyalitas terhadap produk. Berikut beberapa pendekatan yang bisa kamu terapkan:

1. Pemasaran Digital

Optimasi Media Sosial – Gunakan platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk membangun branding dan meningkatkan interaksi dengan audiens. Konten bisa berupa video behind-the-scenes, testimoni pelanggan, atau resep kreatif menggunakan keripik mangga.

SEO & Marketplace – Pastikan produkmu mudah ditemukan di pencarian Google dan marketplace seperti Shopee atau Tokopedia dengan judul dan deskripsi yang menarik serta penggunaan kata kunci yang tepat.

Influencer Marketing – Ajak food bloggers atau influencer lokal untuk mencicipi dan mengulas produkmu, sehingga mendapatkan eksposur lebih luas.

2. Branding & Kemasan yang Menarik

Desain Kemasan Kreatif – Buat kemasan yang eye-catching dan menonjol di rak toko atau di foto online. Kemasan harus mencerminkan kesegaran dan kelezatan produk.

Storytelling Brand – Ceritakan asal-usul produk, seperti penggunaan mangga berkualitas atau proses pembuatan yang sehat tanpa bahan pengawet.

3. Promosi & Diskon

Sampling Gratis & Bundling – Berikan sampel gratis atau paket bundling dengan produk lain untuk meningkatkan daya tarik.

Diskon & Flash Sale – Buat promo eksklusif di waktu-waktu tertentu, seperti hari belanja online atau saat musim panen mangga.

4. Distribusi yang Luas & Tepat Sasaran

Toko Oleh-Oleh & Supermarket – Pastikan produk tersedia di tempat wisata atau toko oleh-oleh lokal.

Kolaborasi dengan Kafe & Hotel – Tawarkan keripik mangga sebagai bagian dari menu camilan di hotel atau kafe yang mendukung produk lokal.

5. Edukasi Konsumen

Konten Edukasi – Buat artikel, video, atau infografis tentang manfaat keripik mangga sebagai camilan sehat.

Workshop & Event – Adakan acara atau demo tentang cara pembuatan keripik mangga untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan.

Dengan menggabungkan strategi-strategi ini, bisnis keripik mangga bisa lebih dikenal dan memiliki daya tarik yang kuat di pasar.

Kontroversi Ayam Goreng Widuran: Kuliner Legendaris yang Mendadak Viral

Ayam Goreng Widuran, rumah makan legendaris di Solo, Jawa Tengah, mendadak menjadi sorotan setelah terungkap bahwa menu ayam kremes mereka menggunakan minyak babi, menjadikannya nonhalal. Restoran yang telah berdiri sejak 1973 ini baru mencantumkan label nonhalal setelah viral di media sosial, memicu berbagai reaksi dari pelanggan.

ayam goreng widuran

Sejarah dan Keunikan Ayam Goreng Widuran

Ayam Goreng Widuran dikenal dengan ayam kampung berbumbu khas dan kremesan renyah yang menjadi favorit banyak pelanggan. Selama lebih dari 50 tahun, restoran ini menjadi destinasi kuliner bagi warga Solo dan wisatawan.

Terungkapnya Status Nonhalal

Kontroversi bermula dari unggahan media sosial yang mengungkap bahwa kremesan ayam di restoran ini digoreng menggunakan minyak babi (lard). Banyak pelanggan Muslim yang merasa tidak diberi informasi transparan mengenai kandungan bahan yang digunakan.

Reaksi Publik dan Tindakan Pemerintah

Setelah viral, Pemerintah Kota Solo melakukan inspeksi mendadak dan memutuskan untuk menutup sementara restoran ini guna menjalani assessment kehalalan oleh dinas terkait. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga meminta agar kasus ini segera ditindak secara hukum karena dianggap merugikan kepercayaan publik terhadap kuliner di Solo.

Permintaan Maaf dan Langkah Perbaikan

Manajemen Ayam Goreng Widuran telah menyampaikan permintaan maaf terbuka dan kini mencantumkan label NON-HALAL secara jelas di seluruh outlet serta platform digital mereka.

Kontroversi ini menjadi pelajaran penting bagi pelaku usaha kuliner untuk lebih transparan dalam mencantumkan informasi mengenai bahan makanan yang digunakan.

Baca : Tantangan Terbesar Dalam Konservasi Ekosistem Alam di Labuan Bajo

Ketentuan Kuliner Non-Halal di Indonesia: Transparansi dan Regulasi

Di Indonesia, bisnis kuliner yang menyajikan makanan non-halal harus mematuhi sejumlah aturan untuk memastikan transparansi bagi konsumen. Hal ini penting terutama karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan memiliki standar kehalalan dalam konsumsi makanan.

1. Kewajiban Pencantuman Label Non-Halal

Menurut Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, pelaku usaha yang memproduksi makanan dari bahan yang diharamkan wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada kemasan atau tempat usaha mereka.

✅ Label harus jelas dan mudah terlihat

✅ Dapat berupa tulisan, gambar, atau tanda khusus

✅ Warna label harus berbeda dari komposisi bahan lainnya

2. Pengecualian dari Sertifikasi Halal

Produk yang berasal dari bahan non-halal, seperti daging babi atau minuman beralkohol, tidak diwajibkan untuk memiliki sertifikat halal. Namun, mereka tetap harus mencantumkan informasi yang jelas mengenai status non-halal produk tersebut.

3. Transparansi dalam Penyajian dan Promosi

Restoran yang menyajikan makanan non-halal harus memastikan bahwa informasi mengenai bahan makanan mereka tidak mengecoh konsumen. Kasus seperti Ayam Goreng Widuran di Solo, yang baru mencantumkan label non-halal setelah viral, menunjukkan pentingnya transparansi sejak awal3.

4. Sanksi bagi Pelaku Usaha yang Tidak Jujur

Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi administratif bagi pelaku usaha yang tidak mencantumkan informasi non-halal dengan jelas. Jika pelanggaran berulang, usaha tersebut bisa dikenakan penutupan sementara atau bahkan pencabutan izin usaha.

Dengan adanya regulasi ini, diharapkan pelaku usaha kuliner lebih transparan dalam menyajikan informasi kepada konsumen.

Tantangan Terbesar Dalam Konservasi Ekosistem Alam di Labuan Bajo

Labuan Bajo adalah permata tersembunyi di ujung barat Pulau Flores, Indonesia. Dikenal sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo, tempat ini menawarkan keindahan alam yang luar biasa, mulai dari pantai berpasir putih, perairan jernih, hingga bukit-bukit hijau yang memukau.

labuan bajo

Keindahan Alam dan Wisata Unggulan

  1. Pulau Komodo – Habitat asli komodo, kadal terbesar di dunia.
  2. Pulau Padar – Panorama spektakuler dengan tiga teluk berpasir putih, hitam, dan merah.
  3. Pink Beach – Pantai unik dengan pasir berwarna merah muda.
  4. Manta Point – Spot menyelam untuk bertemu pari manta raksasa.
  5. Gua Batu Cermin – Gua eksotis dengan pantulan cahaya alami.

Kuliner dan Budaya Lokal

Labuan Bajo juga menawarkan kuliner khas seperti ikan bakar segar dan sambal khas Flores. Selain itu, budaya lokal yang kaya, termasuk tarian tradisional dan kerajinan tangan, semakin memperkaya pengalaman wisata.

Baca : Harga Terbaru Keripik Apel Malang Untuk Grosir

Transformasi Pariwisata

Dulu hanya dikenal sebagai desa nelayan, kini Labuan Bajo telah berkembang menjadi destinasi wisata kelas dunia. Infrastruktur terus diperbaiki, dengan bandara yang diperluas, hotel-hotel mewah bermunculan, dan kapal-kapal pinisi yang siap membawa wisatawan menjelajahi keindahan lautnya.

Konservasi dan Keberlanjutan

Upaya pelestarian lingkungan juga menjadi fokus utama. Misalnya, PT ASDP Indonesia Ferry telah menanam terumbu karang untuk menjaga ekosistem laut. Langkah ini penting untuk memastikan Labuan Bajo tetap menjadi surga wisata yang lestari.

Apa tantangan terbesar dalam konservasi di Labuan Bajo?

Labuan Bajo menghadapi beberapa tantangan besar dalam konservasi, terutama karena meningkatnya jumlah wisatawan dan perubahan lingkungan. Berikut beberapa tantangan utama:

1. Overtourism dan Dampaknya pada Ekosistem

Lonjakan wisatawan, terutama di Taman Nasional Komodo, menyebabkan tekanan besar pada habitat komodo dan ekosistem laut. Over kapasitas wisatawan dapat mengganggu keseimbangan ekologi dan meningkatkan konflik antara manusia dan satwa.

2. Perubahan Iklim

Peningkatan suhu laut dan perubahan pola cuaca berdampak pada ekosistem pesisir dan terumbu karang. Hal ini mengancam keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi daya tarik utama Labuan Bajo.

3. Kerusakan Terumbu Karang

Aktivitas wisata yang tidak terkendali, seperti penyelaman dan penggunaan kapal, dapat merusak terumbu karang. Sedimentasi dan pencemaran juga memperburuk kondisi ekosistem laut.

4. Keterbatasan Infrastruktur dan Pengelolaan

Kurangnya kapasitas pengelolaan wisata berkelanjutan serta infrastruktur yang belum optimal menjadi hambatan dalam menjaga keseimbangan antara pariwisata dan konservasi.

5. Upaya Konservasi dan Energi Hijau

Beberapa inisiatif telah dilakukan, seperti penggunaan energi hijau oleh resort Kaliwatu Residence, yang menjadi contoh bagaimana sektor pariwisata dapat berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

Mengatasi tantangan ini membutuhkan pendekatan holistik, termasuk pengelolaan wisata yang lebih baik, edukasi wisatawan, serta kebijakan konservasi yang lebih ketat.

Harga Terbaru Keripik Apel Malang Untuk Grosir Keripik Buah

Harga Terbaru Keripik Apel Malang

Keripik apel adalah camilan yang semakin populer di Indonesia, terutama di daerah dengan produksi apel tinggi seperti Malang. Jika ingin tahu tentang keripik apel, berikut beberapa informasinya :

keripik apel

1. Sejarah dan Asal-usul Keripik Apel

Jelaskan bagaimana keripik apel mulai dikenal, terutama di Malang. Bisa dikaitkan dengan budaya lokal dan bagaimana industri kecil membantu mengembangkan produk ini.

2. Proses Pembuatan Keripik Apel

Tampilkan langkah-langkah pembuatannya, mulai dari pemilihan apel hingga teknik pengeringan atau penggorengan dengan vacuum frying agar tetap renyah dan manis.

3. Manfaat dan Keunggulan Keripik Apel

Soroti kandungan nutrisinya, seperti serat dan vitamin, serta bagaimana keripik apel bisa menjadi alternatif camilan sehat dibandingkan snack berbahan tepung.

4. Strategi Pemasaran Keripik Apel

Buat panduan bagaimana menjual produk ini dengan branding yang menarik. Misalnya, strategi pemasaran di media sosial, kemasan yang unik, dan bagaimana menjangkau pasar ekspor.

5. Review Produk Keripik Apel Lokal

Bandingkan beberapa merek atau jenis keripik apel yang ada di pasaran. Berikan ulasan berdasarkan rasa, tekstur, harga, dan kemasan.

6. Resep dan Inovasi dengan Keripik Apel

Cara kreatif mengonsumsi keripik apel, seperti mencampurkannya ke dalam granola, oatmeal, atau dijadikan bahan dessert.

Baca : Keripik Tempe Malang Camilan Gurih Dengan Cita Rasa Khas

Proses Pembuatan Keripik Apel

Tentu! Proses pembuatan keripik apel biasanya menggunakan teknik vacuum frying agar apel tetap renyah tanpa kehilangan rasa dan nutrisi. Berikut langkah-langkahnya:

1. Pemilihan Apel

Gunakan apel yang berkualitas baik, biasanya apel Malang atau jenis apel manis lainnya. Pastikan apel segar, tanpa cacat, dan memiliki kadar air yang cukup agar hasilnya maksimal.

2. Pencucian dan Pengupasan

Apel dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran dan residu pestisida. Kulit bisa dikupas atau dibiarkan tergantung preferensi produk akhir.

3. Pemotongan dan Perendaman

Apel diiris tipis agar proses penggorengan lebih merata. Irisan apel direndam dalam larutan garam atau air lemon untuk mencegah oksidasi dan perubahan warna.

4. Penggorengan dengan Vacuum Frying

Apel digoreng dalam mesin vacuum fryer pada suhu rendah (sekitar 80-100°C). Teknik ini mengurangi kadar air dalam apel tanpa membuatnya terlalu berminyak atau gosong.

5. Penyaringan dan Pengeringan

Setelah digoreng, apel disaring untuk membuang minyak berlebih. Bisa dilakukan proses pengeringan tambahan agar hasil lebih renyah.

6. Pengemasan

Setelah dingin, keripik apel dikemas dalam wadah kedap udara untuk menjaga kerenyahan dan kualitas rasa. Kemasan bisa menggunakan nitrogen untuk mencegah kelembaban dan oksidasi.

1 14 15 16 17 18 72