Peringatan Perjalanan ke Bali dari Pemerintah Australia: Apa yang Perlu Diketahui Wisatawan

Pemerintah Australia baru-baru ini memperbarui peringatan perjalanan bagi warganya yang berencana mengunjungi Bali. Dalam pembaruan yang dirilis oleh Smartraveller, layanan resmi nasihat perjalanan Australia, wisatawan diminta untuk “berhati-hati tingkat tinggi” saat bepergian ke Indonesia, terutama Bali2.

bali travel warning

Baca : Libur Lebaran Idul Adha 2025 Tradisi Perjalanan dan Makna hari Raya

Alasan Peringatan Perjalanan

Beberapa faktor utama yang menjadi perhatian dalam peringatan ini meliputi:

  • Keselamatan di Pantai Banyak pantai di Bali tidak memiliki penjaga pantai, sehingga wisatawan berisiko mengalami kecelakaan akibat ombak besar dan arus laut yang kuat. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa warga Australia telah meninggal dunia akibat tenggelam di pantai-pantai populer3.
  • Bahaya Minuman Beralkohol Kasus pencampuran minuman dengan metanol telah dilaporkan di Bali dan Lombok. Minuman beralkohol yang mengandung metanol dapat menyebabkan keracunan serius dan bahkan kematian. Wisatawan disarankan untuk tidak meninggalkan minuman tanpa pengawasan dan hanya membeli alkohol dari tempat yang terpercaya3.
  • Persyaratan Paspor dan Visa Pemerintah Indonesia memiliki standar ketat terkait kondisi paspor. Wisatawan yang memiliki paspor dengan kerusakan kecil seperti sobekan atau noda air berisiko ditolak masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, wisatawan harus memastikan paspor mereka dalam kondisi baik sebelum berangkat3.
  • Hormati Budaya Lokal Pemerintah Bali telah menerbitkan daftar “Do’s and Don’ts” bagi wisatawan asing. Pelanggaran terhadap aturan ini, seperti berperilaku tidak sopan di tempat ibadah atau lingkungan publik, dapat berujung pada hukuman pidana atau deportasi3.

Tips agar Perjalanan Tetap Aman

Agar perjalanan ke Bali tetap nyaman dan bebas dari masalah, wisatawan sebaiknya mengikuti beberapa langkah berikut:

  • Berenang hanya di lokasi yang aman dan mengikuti arahan penjaga pantai.
  • Membeli minuman dari tempat yang terpercaya dan selalu waspada terhadap minuman yang diberikan oleh orang lain.
  • Memastikan paspor dalam kondisi baik sebelum berangkat.
  • Mematuhi aturan wisata Bali, termasuk larangan berperilaku tidak sopan di tempat publik.
  • Menggunakan layanan transportasi dan akomodasi resmi untuk menghindari penipuan.

Baca : Harga Keripik Pisang Premium Kripik Pisang Grosir

Sebagai pulau dengan mayoritas penduduk Hindu, Bali memiliki banyak aturan adat dan norma sosial yang perlu dihormati oleh wisatawan. Sayangnya, masih banyak turis yang kurang memahami etika dan aturan setempat. Agar wisatawan dapat menikmati Bali dengan penuh rasa hormat terhadap budaya lokal, berikut beberapa cara yang dapat diterapkan.

1. Memahami dan Menghormati Tradisi Keagamaan

Agama Hindu di Bali memiliki banyak ritual yang berlangsung sepanjang tahun, seperti Upacara Melasti, Galungan, dan Nyepi. Wisatawan harus menghormati prosesi keagamaan dengan cara:

  • Tidak mengganggu upacara yang sedang berlangsung.
  • Tidak mengambil foto secara sembarangan tanpa izin.
  • Saat Nyepi, wisatawan wajib mengikuti aturan dengan tidak keluar rumah atau hotel.

2. Berpakaian dengan Sopan di Tempat Suci

Banyak wisatawan tidak mengetahui bahwa pakaian sopan adalah keharusan saat mengunjungi pura di Bali. Cara yang benar untuk berpakaian di tempat suci:

  • Menggunakan kain dan selendang, yang biasanya dapat dipinjam di pura.
  • Menghindari pakaian terbuka seperti baju tanpa lengan dan celana pendek.
  • Wanita yang sedang menstruasi dilarang memasuki area pura, sesuai kepercayaan setempat.

3. Menghormati Alam dan Lingkungan

Sebagai pulau wisata, Bali sangat bergantung pada kelestarian alam. Wisatawan dapat berkontribusi dengan:

  • Tidak membuang sampah sembarangan, terutama di pantai dan tempat wisata.
  • Tidak merusak terumbu karang dengan berdiri di atasnya saat snorkeling.
  • Menggunakan botol minum yang dapat diisi ulang untuk mengurangi sampah plastik.

4. Menghormati Penduduk Lokal

Wisatawan diharapkan untuk bersikap ramah dan menghargai masyarakat setempat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Menggunakan kata sapaan seperti “Om Swastiastu” untuk menyapa warga Bali.
  • Tidak menyentuh kepala seseorang, karena dianggap tidak sopan dalam budaya Bali.
  • Memberikan donasi atau sesari secara sukarela saat berkunjung ke tempat wisata berbasis budaya.

5. Menghindari Perilaku Tidak Pantas

Beberapa tindakan yang sering menjadi kontroversi di Bali adalah berpakaian terlalu terbuka di tempat umum, berfoto di tempat yang tidak seharusnya, serta berperilaku tidak sopan di jalan raya. Agar lebih memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, wisatawan dapat membaca panduan “Do’s and Don’ts” yang telah diterbitkan oleh pemerintah Bali untuk turis asing.

Baca : Harga Produk Aneka Keripik Malang

Dengan memahami adat dan budaya setempat, wisatawan dapat menikmati liburan mereka tanpa menyinggung masyarakat lokal. Bali bukan hanya tempat wisata, tetapi juga rumah bagi jutaan orang yang ingin menjaga tradisinya tetap hidup.