Tanaman Transgenik Produk Rekayasa Genetik Tanaman Pangan

Tanaman Transgenik Apa Berbahaya?

Apakah Maksud Dari Tanaman Transgenik Itu?
Pengertiannya adalah tanaman yang telah direkayasa genetiknya, dalam arti sifat asli dari tanaman tersebut sudah tidak natural lagi. Proses pembuatannya biasanya dilakukan penggabungan antara tanaman utama dengan spesies tanaman lain yang berbeda atau bisa juga dengan makhluk hidup yang lain. Tanaman Transgenik.

Kenapa Dan Apa Tujuan Pembuatan Tanaman Transgenik Itu?

Tanaman TransgenikPada awalnya rekayasa genetika atau modifikasi sifat tanaman itu tujuannya untuk meningkatkan produksi pangan dalam mencukupi kuantitas produksi tanaman. Kemudian hal tersebut meningkat, bukan hanya itu saja tetapi juga terjadi rekayasa pada kandungan gizi dalam tanaman bisa lebih baik lagi. Tanaman Transgenik.

Rekayasa genetik ini tidak berhenti disini saja tetapi sudah memiliki tujuan yang lebih jauh yaitu keluar dari sifat sifat aslinya seperti tahan terhadap temperatur tinggi, tahan terhadap temperatur rendah, bisa hidup pada daerah yang kurang air, tahan terhadap berbagai macam penyakit dan hama, mampu memproduksi dalam waktu singkat dengan hasil yang signifikan. Tanaman Transgenik.

Tanaman rekayasa genetika atau dikenal pada istilah asingnya Genetically Modified Organism (GMO), saat ini sudah lebih jauh tujuannya yaitu untuk menciptakan spesies tanaman yang super. Hal ini memang sangat kontroversial sekali karena ini dianggap dan dikhawatirkan bisa mengganggu keseimbangan ekologi pada kehidupan alam dan lingkungan, terutama terhadap makhluk hidup disekitar tanaman tersebut dibudidaya. Tanaman Transgenik.

Kekhawatiran Masyarakat Internasional Akan Tanaman Transgenik

Genetically Modified Organism (GMO), disamping dikhawatirkan bisa merusak keseimbangan ekosistem juga telah dinyatakan oleh beberapa Negara, berbahaya apabila dikonsumsi manusia dan akan mempengaruhi kesehatan. Yang dikhawatirkan dari produk Transgenik ini adalah munculnya zat protein tertentu yang bisa memicu alergi ataupun jenis jenis zat lain hasil dari kontaminasi pada waktu penyerbukan. Lebih lengkapnya baca di Tanaman Transgenik.

Pada masyarakat Uni Eropa, Eropa Timur, Jepang, Korea, Taiwan, Australia, Singapura, dan Negara Timur Tengah telah menetapkan standart dan analisis keamanan terhadap produk import pangan Transgenik. Negara Negara tersebut mewajibkan untuk melakukan perlabelan terhadap produk Transgenik. Bahkan kabarnya produk Transgenik tidak popular bahkan tidak laku di Negara tersebut karena dianggap tidak sehat bahkan ada yang menjuluki dengan sebutan Frankenfood. Tanaman Transgenik.

Kekhawatiran terhadap produk GMO memunculkan “Surat Terbuka Ilmuwan Dunia kepada Seluruh Pemerintah Dunia”. Surat tertanggal 21 Oktober 1999 itu ditandatangani 136 ilmuwan dari 27 negara. Isinya, antara lain meminta penghentian segera seluruh pelepasan tanaman rekayasa genetika (Genetically Modified Crops) dan juga produk rekayasa gen (Genetically Modified Products). Alasannya, tanaman GMO tidak memberikan keuntungan. Hasil panennya secara signifikan rendah dan butuh lebih banyak herbisida. Makin memperkuat monopoli perusahan atas bahan pangan dan memiskinkan petani kecil. Mencegah perubahan mendasar pada upaya pertanian berkelanjutan yang dapat menjamin keamanan pangan dan kesehatan dunia. Tanaman Transgenik.

Jenis Tanaman Pangan Transgenik Apa Yang Telah Masuk Indonesia?

Tanaman TransgenikPaling utama dan terbanyak yaitu kedelai. Kedelai sebagian besar 70% dari kebutuhan nasional masih import dari Negara Amerika Serikat yang pengembangannya dilakukan melalui proses Transgenik. Tanaman Transgenik.

Kedelai transgenik akan sangat menguntungkan jika dilihat dari sisi produktivitasnya yang tinggi. Pemerintah pun rupanya belum melarang penggunaan kedelai transgenik karena belum ada pembuktian ilmiah yang pasti mengenai efek produk GMO bagi kesehatan. Disamping karena belum adanya bukti nyata adanya efek samping yang merugikan pada kesehatan masyarakat hingga saat ini. Tanaman Transgenik.

Kesimpulannya, Berbahayakah Tanaman Transgenik?

Jadi sebenarnya pendapat mana yang bisa dipakai untuk menjadi dasar penentuan bahaya tidaknya tanaman Transgenik? Dari kekhawatiran masyarakat Internasional yang belum pasti pembuktiannya atau kurang sensitifnya pemerintah kita akan isu isu tersebut? Hal ini masih membutuhkan waktu bagi para ilmuwan untuk meneliti kembali, serta perlu waktu juga bagi masyarakat untuk mendapatkan dampaknya secara positif ataupun secara negatif. Atau lebih baiknya apabila kita kembali kepada produk organik yang telah banyak diakui berbagai pihak sebagai produk yang aman. Tanaman Transgenik.

3 responses to “Tanaman Transgenik Produk Rekayasa Genetik Tanaman Pangan

  1. berhati-hati dan jangan makan di sembarang tempat aja deh, apalagi dari negara barat atau amerika.. mencegah lebih baik daripada mengobati mas..

  2. Terdapat banyak kultivar di Negara India yang merupakan tempat asal tanaman lada. Di Sarawak, kultivar yang paling banyak ditanam ialah ‘Kuching (Gambar 1). Melalui penyelidikan, dua kultivar, iaitu ‘Semongok perak’ dan ‘Semongok emas’ (Gambar 2) telah disyorkan kepada petani. Terdapat 47 ‘kemasukan’ (accessions) Piper nigrum dan 46 ‘kemasukan’ (accessions) spesies Piper di dalam koleksi germplasma lada di Pusat Penyelidikan Pertanian Semongok. Bahan-bahan ini digunakan untuk program penambahbaikan tanaman lada.

  3. Luciano P. Fitzgerald

    Berbeda halnya dengan Afrika Selatan dan Puerto Rico yang mengintroduksi tanaman jagung transgenik di 2007, kata Andi. Hanya dalam tempo 2 – 3 tahun tanaman jagung transgenik itu bisa terpatahkan dan serangga atau hama sasaran menjadi resisten. “Jika serangga menjadi resisten maka kemanfaatan tanaman transgenik menjadi hilang. Hal itu bisa terjadi jika salah dalam pengelolaan risiko dan jagung yang ditanam tidak dikelola dengan baik,” jelas Andi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *